Pemanfaatan Media Sosial Sebagai Media Pembelajaran Daring Di Masa Covid 19

Back
27-Oct-2020 || Tags: Pendidikan

Oleh: Ansar Salihin

Perkembangan teknologi telah mempengaruhi kehidupan manusia baik secara psikologis pribadi maupun sosial budaya dalam masyarakat. Hal ini juga berpengaruh terhadap dunia pendidikan di era globalisasi. Teknologi juga dapat dimanfaatkan dalam media pembelajaran untuk meningkatkan mutu dan kualitas pendidikan.

Keberadaan media pembelajaran sangat berpengaruh untuk membantu menyampaikan materi pelajaran kepada peserta didik. Sehingga segala proses pembelajaran yang berlangsung memerlukan peran media pembelajaran yang digunakan untuk membantu guru meyampaikan materi, termasuk dalam pembelajaran Seni Budaya. Salah satu media pembelajaran pelajaran seni budaya yang dapat dimanfaatkan dari teknologi adalah media sosial.

Hal ini juga berkaitan dengan terjadinya pandemi Covid 19 yang terjadi di seluruh Indonesia tahun 2020, telah mempengaruhi proses belajar mengajar di sekolah dan madrasah. Akibatnya sekolah ditutup, dan diberlakukan belajar secara daring (dalam jaringan) yaitu pemanfaatan teknologi sebagai media pembelajaran. Peserta didik dan guru secara terpisah melakukan pembelajaran yang dilaksanakn di rumah masing-masing. Banyak media daring digunakan sebagai wadah pembelajaran yang tersedia di internet jauh sebelum wabah ini datang. Media itu memang dibuat untuk pembelajaran jarak jauh. Namun hanya sedikit sekolah yang menerapkannya. Sehingga saat terjadinya wabah, secara terpaksa mau tidak mau semua sekolah harus menggunakn media pembelajaran daring.

Media sosial adalah salah satu produk teknologi yang sangat berpengaruh terhadap kehidupan manusia di era digital. Media sosial telah membuka ruang kehidupan manusia yang lebih luas dan global. Sehingga melalui dunia maya, seseorang dapat mengetahui kejadian atau peristiwa dengan cepat di seluruh dunia. Media sosial juga sangat mudah diakses di internet dan tergolong pembiayaan yang sangat murah dan siapapun boleh menggunakannya.

Peran media sosial telah mempengaruhi manusia dari berbagai aspek kehidupan, mulai dari sosial budaya, ekonomi, politik, pemerintahan sampai dengan pendidikan. Sehingga apabila tidak ada filter (penyaring) dalam menggunakan media sosial, dapat menjerumuskan seseorang kepada hal-hal yang buruk. Jenis media sosial sangat banyak misalnya facebook, instagram, twitter, whatsapp, line, telegram, youtube, wordpress, blog, line dan media sosial lainnya masih banyak lagi. Media sosial tersebut dapat digunakan sebagai media pembelajaran dalam dunia pendidikan.

Penggunaan media sosial sebagai media pembelajaran bertujuan untuk meningkatkan minat belajar peserta didik, meningkatkan kemampuan peserta didik dalam menggunakan teknologi dan meningkatkan kesadaran peserta didik dalam menggunakan media sosial konsteks pendidikan. Melalui pembelajaran ini peserta didik akan dibina menggunakan media sosial dengan baik dan benar, peserta didik diajarkan menggunakan bahasa yang baik dan sopan saat posting dan komentar di media sosial.

Beberapa inovasi yang dapat dilakukan dalam pembelajaran daring diantaranya, whatsapp grup untuk menyampaikan informasi penting seperti jadwal, informasi materi, perintah tugas, dan tanya jawab peserta didik dan guru. Kemudian Classroom untuk mengirim materi, buku, modul, video, gambar, latihan, tugas dan ulangan. Media ini cocok digunakan untuk hal tersebut karena terstruktur dan memiliki forder tersendiri. Clasroom juga dapat dijadwalkan postingnya, sehingga guru dapat bekerja sehari untuk pembelajaran satu minggu.

Pembelajaran yang dapat dilakukan melalui media sosial lainnya adalah Instagram dan Youtube. Kedua media sosial ini efektif digunakan sebagai media pembelajaran, instagram dalam bentuk visual foto dan teks, sedangkan youtube dalam bentuk video dan audio visual. Dalam pelajaran seni budaya media Instagram dapat digunakan sebagai wadah pengumpulan tugas peserta didik sekagus sebagai media apresiasi karya peserta didik dalam bentuk gambar. Kemudian di youtube guru dapat membagikan materi yang dibuat video, kemudian diposting di youtube dan peserta didik menonton video materi pembelajaran tersebut.

Berdasarkan latar belakang tersebut, pemanfaatan media sosial sebagai media pembelajaran mata pelajaran seni budaya dapat dijadikan inovasi pembelajaran daring di masa pandemi Covid 19. Melalui inovasi pembelajaran tersebut dapat meningkatkan minat belajar peserta didik dalam proses pembelajaran daring dan terampil menggunakan media sosial dalam konteks pendidikan.



Pelaksanaan Pembelajaran

1. Rencana Pembelajaran
Sebelum melaksanakan pembelajaran jarak jauh atau daring ada beberapa persiapan yang harus dilakukan, mulai dari persiapan perangkat, menjalin komunikasi dengan peserta didik, menyiapkan bahan pembelajaran dan rencana pembelajaran semester (RPP). Adapun langkah-langkah yang harus dilakukan sebelum melakukan pembelajaran daring adalah:
a. Membuat perangkat sebagai media pembelajaran mulai dari grup whatsapp, mendaftar classroom, membuat channel youtube dan membuat hastag (#) Instagram.
b. Mengundang peserta didik masuk ke dalam grup whatsapp sesuai dengan kelas dan ruangan masing-masing. Kemudian membagikan kode classroom di grup whatsapp dan meminta peserta didik untuk join ke classroom sesuai kelas masing-masing.
c. Menyiapkan bahan materi pembelajaran mulai dari buku paket, materi dalam bentuk power point dan materi dalam bentuk video.
d. Membuat rencana pembelajaran menyesuaikan pembelajaran daring dan pemanfaatan media sosial.

2. Proses Pembelajaran
Adapun langkah-langkah proses pembelajaran daring dengan memanfaatkan media sosial sebagai media pembelajaran adalah sebagai beriku:
a. Mengirim materi pembelajaran berupa buku ajar seni budaya, video pembelajran dan contoh gambar lukisan di classroom.
b. Menyapaikan informasi kepada Peserta didik di grup whatsapp tentang materi, video dan tugas yang dikirim di classroom.
c. Peserta didik membaca materi dari buku, menonton video dan mencari sumber lain terkait materi
d. Peserta didik berdiskusi dengan guru terkait materi atau petunjuk tugas yang tidak dipahami baik di classroom maupun di grup whatsapp.
e. Peserta didik membuat tugas gambar di rumah sesuai dengan pentunjuk dan contoh yang diberikan di classroom.
f. Peserta didik memposting karya gambarnya di Instagram dengan hastag #eduart2020 #mtsn5pidie. Kemudian karya peserta didik tersebut dapat di komentari oleh teman yang lainnya sebagai apresiasi karya seni.
g. Peserta didik membuat pertanyaan dan jawaban di kolom komentar youtube eduartchannel terkait video pembelajran yang dikirim di classroom.

3. Evaluasi Pembelajaran
Setelah melaksanakan kegiatan pembelajaran secara daring mulai dari mengirim materi kepada peserta didik, membaca dan nonton materi, membuat tugas dan memposting tugas di Instagram. Kemudian guru melakukan evalusi pembelajaran dan penilaian. Adapun evaluasi pembelajaran tersebut diantaranya:
a. Mendata keaktifan atau kehadiran peserta didik mengikuti pembelajaran daring dengan cara melihat daftar hadir di classroom.
b. Mendata peserta didik yang sudah memposting karya di Instagram hastag #eduart2020 dan komentar youtube.
c. Melakukan penilaian terhadap karya siswa yang telah diposting di Instagram, terdiri dari nilai karya dan nilai publikasi. Kemudian melakukan penilaian terhadap komentar peserta didik di youtube.
d. Hasil penilaian ini akan diumumkan kepada peserta didik di grup whatsapp. Kemudian hasil penilaian juga digunakan sebagai laporan kepada pimpinan.

Implementasi Pembelajaran Media Sosial

1. Whatsapp
Whatsapp grup untuk menyampaikan informasi penting seperti jadwal posting materi, perintah tugas, dan tanya jawab siswa dan guru. Whatsapp Grup tidak dapat digunakan untuk mengirim materi dan tugas, karena mudah terlewatkan dan hilang, sehingga tidak terbaca oleh peserta didik.



2. Classroom
Classroom dapat digunakan untuk mengirim materi, buku, modul, video, gambar, latihan, tugas dan ulangan. Media ini sesuai dan bagus digunakan untuk hal tersebut karena terstruktur dan memiliki forder tersendiri dapat dibedakan fordel tugas dan folder materi. Clasroom juga dapat dijadwalkan postingnya, sehingga guru dapat bekerja sehari untuk pembelajaran satu minggu. Di classroom juga dapat membuat absen dengan cara komentar menyebutkan nama, sehingga guru mengetahui siswa yang aktif dan tidak aktif. Setelah memposting materi di classroom jangan lupa pemberitahuan untuk mengingatkan siswa di whatsapp grup, karena tidak semua siswa selalu memantau classroom, namun sebagian besar siswa memantau whatsapp grup. Berikut contoh penerapan pembelajaran melalui classroom.



3. Instagram
Pemanfaatan media sosial sebagai tempat apresiasi atau publikasi hasil tugas siswa. Misalnya pelajaran yang tugasnya membuat gambar atau projek dalam bentuk benda dapat difoto dan diposting di Instangram dengan memberikan hastag (#) tertentu yang mudah ditemukan oleh guru, misalnya #eduart2020, #mtsn5pidie, #senibudaya. Dengan demikian siswa akan mengerjakan tugas dengan sungguh-sungguh, karena hasilnya dipublikasi di media sosial dan dapat dilihaat oleh orang banyak. Berikut contoh penerapan pembelajaran melalui instangram.



4. Youtube
Selanjutnya media pendukung untuk menyampaikan materi dari guru dalam bentuk video dan dapat ditonton oleh siswa kapan saja, yaitu youtube. Sekaligus guru membuat content creator berkarya di youtube, buat video terkait dengan materi pembelajaran sekitar 3 sampai 5 menit. Posting video tersebut di youtube, kemudian minta siswa untuk menonton dan memberikan respon berupa komentar baik pertanyaan, tanggapan dan kesimpulan materi. Berikut contoh penerapan pembelajaran melalui youtube.




Sejak Pandemi Covid 19 melanda dunia, Indonesia salah satu negara yang mengalami bencana non alam terebut. Sehingga pemerintah mengambil langkah bekerja dan belajar di rumah. Sekolah atau madrasah melaksanakan pembelajaran daring, banyak kendala yang dihadapi sehingga pembelajran daring gagal dilaksanakan. Sehingga guru harus melakukan inovasi, pembelajaran daring jangan menggunakan satu media saja misalnya classroom saja atau whatsapp saja, gunakan beberapa media saling mendukung pembelajaran.

Melalui media sosial sebagai media pembelajaran peserta didik dibina menggunakan media sosial dengan baik dan benar, sehingga melahirkan peserta didik sadar akan penggunaan media sosial sebagai media pembelajaran. Selanjutnya dengan adanya memposting karya di media sosial akan berpengaruh terhadap motivasi siswa dalam mengerjakan tugasnya di rumah. Selain itu juga peserta didik terbiasa menggunakan Bahasa yang baik dan sopan di media sosial.

Media sosial yang dapat digunakan sebagai media pembelajaran diantaranya: Whatsapp sebagai media menyampaikan informasi penting terkait pembelajran, Classroom sebagai tempat mengirim materi buku, video, tugas dan daftar hadir. Selanjutnya Instagram dapat digunakan sebagai media apresiasi dan publikasi karya peserta didik. Terakhir youtube datap digunakan untuk memposting video pembelajaran oleh guru dan ditonton oleh siswa. Melalui inovasi pembelajaran ini dapat menigkatkan minat belajar siswa dan menyengkan pembelajaran daring masa pandemi Covid 19.


Biodata



Ansar Salihin lahir di Buntul Kepies, Bener Meriah, Aceh (11 Juni 1991). Menikah dengan Tiara Mairani. Berprofesi sebagai penggiat literasi dan guru di MTsN 5 Pidie, Aceh. Alumni S-1 Kriya Seni dan S-2 Pengkajian Seni  Pascasarjana ISI Padangpanjang. Buku terbit berjudul Antologi Puisi "Emun" Penerbit FAM Publishing (2019). Kegiatan Organisasi: Dewan Kesenian Pidie (Bidang Riset), Komunitas Seni Kuflet, Sanggar Cempala Karya Banda Aceh, Forum Aktif Menulis (FAM) Indonesia, Pimpinan Eduart Grup (Eduart News, Eduart Channel).

Website: www.winansar.my.id & www.eduartnews.id
Email: ansarsalihin@winansar.my.id & weinansar@gmail.com
Instagram : @winansar
Facebook: @winansar
Twitter: @ansarsalihin1
Youtube: Winansar & Eduartchannel
WA: 085272296756





Back